This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Apem disebar, pencopet beraksi

Jatinom (Espos) - Ribuan warga dari berbagai daerah berdesak-desakan memperebutkan apem yang disebarkan pada acara tradisional Yaqowiyu di lapangan sekitar Makam Ki Ageng Gribig, Jatinom, Klaten, Jumat (13/2).

Penyebaran apem hasil swadaya masyarakat Jatinom itu memuncaki rangkaian kegiatan Yaqowiyu yang telah dimulai sejak sepekan lalu itu. Pada acara puncak tersebut, ribuan warga mendekati menara yang berada persis di tengah lapangan.
Kerumunan warga membludak setelah Salat Jumat berakhir atau sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka bersiap-siap meraup sebanyak-banyaknya apem yang saat itu didoakan oleh peragan, atau tokoh yang memerankan Ki Ageng Gribig beserta sahabat-sahabatnya.

Apem itu selanjutnya disebarkan ke pengunjung oleh orang yang memakai sorban dan jubah putih. Masyarakat Jatinom menyiapkan 80.000 buah apem untuk disebar dari atas menara itu.
Demi meraih apem-apem tersebut, sebagian pengunjung harus meloncat-loncat agar tidak kedahuluan pengunjung lain. Kerumunan warga yang tidak bisa dibendung tersebut menyebabkan kondisi di sekitar menara penuh sesak, bahkan desak-desakan sudah terjadi sejak jalan dan tangga masuk ke lapangan.

Warga hilir mudik berusaha untuk mendekat ke lokasi di sekitar menara untuk meraih apem yang dianggap bisa mendatangkan berkah dan keselamatan dalam kehidupan mereka itu. Makanan yang berbentuk bulat tersebut menurut cerita warga setempat, Budi, adalah oleh-oleh Ki Ageng Gribig dari Tanah Suci Mekah.
“Sembari menyiarkan ajaran agama, Ki Ageng Gribig memperlihatkan apem yang ia bawa dari Mekah. Waktu itu Ki Ageng Gribig hanya bawa tiga biji saja sehingga dijadikan rebutan,” terang Budi.

Karena terlalu fokus untuk rayahan apem, sebagian pengunjung menjadi lalai mengawasi barang-barang berharga mereka. Kondisi tersebut rupanya dimanfaatkan oleh para pencopet untuk beraksi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos dari Mapolsek Jatinom, setelah acara berakhir hingga pukul 15.00 WIB, tercatat ada tiga warga yang melaporkan kehilangan handphone.

Salah seorang dari pelapor, Darmini, 28, warga Dukuh Jetak Desa Tegalrejo, mengaku kecopetan Hp Nokia tipe N70. “Waktu itu Hp saya letakkan di saku celana bagian belakang. Ketika akan saya pindah ke saku depan, sudah hilang. Saya tidak merasa ada seseorang yang mengambil Hp saya, karena waktu itu yang saya pikirkan cuma bagaimana caranya supaya bisa meraih apem.” – Oleh : m74

Disalin dari: SOLOPOS. Edisi : Sabtu, 14 Februari 2009 , Hal.VII

.

Leave a Reply