Beli beras langsung dari petani!
Drh Suharna Anggota Komisi II DPRD Klaten
Rencana penggantian tunjangan kesejahteraan para pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Pemkab Klaten menjadi beras merupakan gagasan yang brilian. Rencana itu memang baru akan diwujudkan 2010 nanti.
Tentu saja perlu perencanaan matang untuk realisasinya. Saya sebagai anggota DPRD Klaten di komisi di yang membidangi ekonomi dan keuangan tentu sangat sepakat dengan gagasan eksekutif itu. Namun, saya harap rencananya harus dipersiapkan dengan matang.
Saya mengusulkan agar Pemkab Klaten membeli langsung beras dari para petani. Bukan membeli beras ke Badan Urusan Logistik (Bulog). Biarkan Bulog untuk berkonsentrasi menyalurkan beras untuk rakyat miskin (Raskin) tiap bulan. Jadi tidak direcoki dengan pekerjaan tambahan tersebut. Bagi kami tentu akan lebih menyenangkan apabila Pemkab langsung membeli beras ke petani.
Bagaimanapun, para petani akan merasa lebih senang karena produknya benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Apalagi, mereka bakal merasa diwongke, mengingat perhatian pemerintah untuk para petani semakin meningkat. Dengan demikian, para petani tidak akan merugi karena gabahnya selalu laku. Untuk teknis, Pemkab bisa memberdayakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Klaten. Sejumlah Gapoktan, lanjutnya, sudah memiliki unit usaha berupa ricemill.
Dengan membeli ke petani, manfaat lain juga dapat dipetik. Beras yang akan diterima para PNS akan selalu baru. Selain itu, para petani sendiri juga akan semakin semangat dalam menanam padi. Iklim pertanian di Klaten, bisa semakin bergairah dan dengan sendirinya produk pertanian di Klaten akan terproteksi.
Langkah teknis lebih lanjut, Pemkab Klaten juga bisa menggerakkan Kantor Ketahanan Pangan (KKP) sebagai satuan kerja perangkat daerah yang menangani pengadaan beras bagi PNS itu. Dengan demikian, kinerja KKP akan semakin kentara. – Oleh : haa
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 26 Desember 2009 , Hal.VII







