Bupati abai
Klaten (Espos) Bupati Klaten Sunarna mengabaikan rekomendasi DPRD terkait pengisian kursi kosong yang ditinggalkan kandidat CPNS yang mengundurkan diri. Melalui wartawan, dia tegas menyatakan, kursi CPNS 2009 yang kosong itu akan tetap diisi dengan peserta lain.
Alasannya, berdasarkan laporan yang diterima Bupati, sebagian besar dari kursi kosong tersebut adalah formasi guru yang sangat dibutuhkan keberadaannya. Menurutnya, formasi guru itu mendesak diisi lantaran perbandingan guru dengan murid yang harus dididik di Klaten masih belum ideal.
“Apalagi di tahun ini, ada sekitar 500 sampai 600 guru yang akan memasuki masa pensiun. Angka itu kan cukup besar,” ungkap Bupati di Klaten, Kamis (14/1).
Dipaparkan Sunarna, guru-guru yang akan purna tugas itu dulu diangkat berbarengan pada saat pendirian sekolah Inpres. Oleh sebab itu, kata dia, jika kursi guru, khususnya guru kelas yang kosong tidak segera diisi dan harus menunggu rekrutmen mendatang, maka justru merugikan kelangsungan pendidikan.
Disinggung mengenai rekomendasi dari Komisi I DPRD yang meminta supaya kursi CPNS yang kosong tetap dibiarkan kosong hingga rekrutmen berikutnya, Bupati mengungkapkan sah-sah saja jika Dewan berpendapat demikian. Namun pihaknya tetap memperhitungkan untung rugi saat memutuskan pengisian kursi kosong tersebut.
Saat ditanya apakah 28 kursi kosong itu seluruhnya akan diisi, Bupati menuturkan, dirinya akan meminta perincian dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengenai jenis formasi yang ditinggalkan pengisinya. – Oleh : rei
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 15 Januari 2010 , Hal.VII




