Klaten (Espos) – Bupati Klaten Sunarna SE mengancam akan memanggil manajemen rumah sakit (RS) di wilayah Kota Bersinar yang mbalela dengan tidak mengikuti program jaminan kesejatan daerah (Jamkesda). Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat ditemui wartawan seusai menyalurkan hak suara bersama isteri, Ny Yani Sunarna di TPS IX Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Kamis(9/4) lalu.
“Kenapa rumah sakit mesti tidak mau melayani masyarakat Klaten padahal mereka beroperasi di sini. Program ini kan untuk melayani kesehatan masyarakat Klaten. Jadi mereka harus tetap melayani,” ujarnya.
Sunarna melanjutkan, Pemkab Klaten telah mengajak bicara RS-RS sebagai mitra pelaksanaan program Jamkesda yang tetap digulirkan tahun 2009. Sejauh ini menurut dia Pemkab telah mendapat sinyalemen positif kemungkinan partisipasi RS dalam kelanjutan program Jamkesda. Apalagi terangnya, Pemkab telah menganggarkan dana guna membayar tunggakan klaim Jamkesda.
Total dana tunggakan pembayaran Jamkesda Pemkab senilai Rp 3.083.706.242 kepada sejumlah rumah sakit di wilayah setempat. Saat ini menurut Bupati, anggaran guna membayar tunggakan klaim Jamkesda sedang dalam tahap pencermatan.
Oleh: Kurniawan
Disalin dari: SOLOPOS, 10-April-2009

Kepada :Bapak Bupati Klaten
saya mau bertanya kapan proyek jamekesda ditutup kenapa di baleho alun2 kota
tidak di cantumkan tanggal penutupan jamkesda kalo memang bener2 telah ditu-
tup.