Debat pasangan calon bupati Klaten panas
Klaten (Espos) Debat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Klaten di Gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), Kamis (2/9) sore, berlangsung panas.
Konsentrasi acara debat sempat beberapa kali terpecahkan oleh kegaduhan ratusan massa pendukung di luar gedung. Massa dari dua kubu, pendukung pasangan petahana (incumbent), Sunarna- Sri Hartini dan pendukung pasangan Agus Winarno-Sri Kertati (Asri) nyaris baku hantam setelah terjadi saling adu teriakan yel-yel. Berdasarkan pantauan Espos, ratusan pendukung para calon telah menduduki lokasi debat dengan mengendarai sepeda bermotor sejak pukul 14.30 WIB.
Suasana sempat memanas lantaran masing-masing massa menyalakkan suara sepeda motor dengan melepas knalpot. Suasana kian memanas ketika saling adu yel-yel. Kejadian saling adu teriakan yel-yel pun terjadi berulang kali. Tanpa diketahui asal-muasalnya, tiba-tiba kerumunan massa dari kedua belah kubu di depan gedung RSPD pun terjadi keributan dan perang mulut. Polisi berulang kali mencoba menghalau aksi saling perang mulut dari kedua belah massa. “Tenang jaga kondisivitas. Ingat ini Bulan Puasa!” kata polisi melalui megaphone.
Dalam debat itu, kritik pedas bagi calon petahana Sunarna-Sri Hartini dilontarkan dua pesaingnya. Kali pertama kritik dilontarkan pasangan nomor urut 2, Agus Winarno-Sri Kertati. Mereka memanfaatkan waktunya dengan mengritik kebijakan pemerintahan Klaten yang dinilai penuh dengan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).
Begitu pun pasangan Sarjono-Agus Murtana. Pasangan nomor urut 3 tersebut mengkritik pedas incumbent yang dinilai penuh rekayasa dalam memberikan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). “Sudah bukan rahasia lagi, program untuk warga miskin itu ternyata banyak dinikmati oleh orang kaya,” papar Sarjono berapi-api.
Menanggapi hal itu, Sunarna menjawab sejumlah kritik dengan santai. Menurutnya, dalam pemerintahan bukan hanya kegagalan saja yang dilihat. Namun, harus diakui juga ada kemajuan di berbagai aspek. – Oleh : asa
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 03 September 2010 , Hal.I




