Dinilai tak tepat sasaran, Raskin Ngawonggo ditunda
Ceper (Espos) Pemerintah Desa (Pemdes) Ngawonggo Kecamatan Ceper, Klaten, menunda pembagian beras untuk warga miskin (Raskin) lantaran dinilai penerimanya tidak tepat sasaran.
Demikian dikemukakan Kepada Desa Ngawonggo, H Abdul Basid Budiman saat ditemui Espos di balaidesa setempat, Senin (1/2). Menurut Budiman, Raskin bulan ini sudah turun pada Senin (25/1) lalu. Akan tetapi, hingga kini Raskin tersebut belum didistribusikan kepada penerimanya.
Penundaan distribusi itu, kata Budiman, dikarenakan penerima Raskin tidak tepat sasaran. “Kami sudah menerima sebanyak 502 karung. Setiap karung berisi 15 kg Raskin. Akan tetapi, ada warga yang sudah tergolong mampu tetapi tetap dapat jatah Raskin. Sebaliknya, ada warga yang tidak mampu justru malah tidak dapat Raskin, “ papar Budiman.
Tim khusus
Budiman melanjutkan, pada Selasa (26/1), pihaknya sudah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan validasi data penerima Raskin. Menurutnya, tim tersebut melibatkan ketua RT atau RW serta tokoh masyarakat. Dia mengatakan, tim tersebut diminta membuat peringkat warga miskin yang diprioritaskan mendapatkan beras tersebut.
“Penyempurnaan data penerima Raskin saat ini sudah mencapai tahap akhir. Kemungkinan pada pekan ini, Raskin bisa segera didistribusikan,” ujarnya.
Selain melakukan validasi data penerima Raskin, kata Budiman, Pemdes juga menerapkan model baru dalam pembagiannya. Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya Raskin dibagi rata kepada semua warga, akan tetapi pada tahun ini hanya warga yang sudah terdata yang boleh menerimanya. “Kami sempat khawatir, kebijakan ini akan menuai protes dari warga yang dulunya dapat tetapi sekarang tidak. Namun, kami sudah berkomitmen akan menghadapi protes warga secara bersama-sama,” imbuhnya.
Ditemui di lokasi yang sama, Kadus III Ngawonggo, Nukman Wahidin mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya Raskin dibagikan secara merata kepada warga lantaran data penerimanya tidak valid. “Dulu RT tidak mau menanggung risiko jika tetap membagikan Raskin sesuai data yang diterimanya. Sebab ada warga miskin yang justru tidak terdata sebagai penerima. Untuk itu, dulu ketua RT membagikan Raskin secara merata. Tetapi sekarang data penerima Raskin lebih objektif karena disesuaikan dengan kondisi riilnya,” ungkap Nukman. – Oleh : m82
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Selasa, 02 Februari 2010 , Hal.VII







