Distan butuh 1 juta dosis vaksin AI
Klaten(Espos) – Pemkab Klaten melalui Dinas Pertanian (Distan) setempat mengajukan permintaan bantuan 1 juta dosis vaksin flu burung (avian influenza) kepada pemerintah pusat pada tahun anggaran 2009 ini.
Di sisi lain, dalam beberapa pekan terakhir, persediaan disinfektan cair Distan Klaten semakin menyusut menyusul padatnya jadwal kegiatan penyemprotan kandang ternak unggas dan babi.
Demikian disampaikan oleh Kabid Peternakan Distan Klaten, Ir Sri Muryani Dwi Atmini MSi saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (12/5) siang. “Saat ini persediaan disinfektan tinggal 100 liter. Itu pun merupakan stok hasil pengadaan tahun 2008 dari APBD Klaten. Sedangkan untuk vaksin, kami minta bantuan 1 juta dosis kepada pusat. Tinggal menunggu persetujuan. Mudah-mudahan segera dicairkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pada tahun anggaran 2009 ini, Distan mendapat alokasi dana Rp 80 juta dari APBD Klaten untuk pengadaan disinfektan. Menurut Muryani, besaran alokasi dana tersebut lebih rendah dibandingkan alokasi tahun 2008 yang mencapai Rp 100 juta.
Namun dia menegaskan, perbedaan besaran dana itu tidak mempengaruhi jumlah disinfektan yang bakal diupayakan. “Tahun ini kami tetap akan mengupayakan disinfektan 500 liter, sama seperti tahun 2008. Bedanya, pada tahun lalu kami bisa membeli obat anti stress untuk unggas tapi tahun ini tidak,” imbuhnya.
Muryani melanjutkan, pihaknya sudah menginstruksikan supaya petugas peternakan di tingkat kecamatan melakukan pengawasan rutin terhadap peternakan babi di wilayah setempat. Petugas juga diminta mendata jumlah ternak babi di wilayah masing-masing guna mengantisipasi menyerangnya penyakit flu babi atau virus H1N1. Berdasar pendataan sementara petugas diketahui, jumlah ternak babi di Kota Bersinar 4.000 ekor.
Ternak babi, ungkap Muryani, kebanyakan tersebar di lima wilayah kecamatan yakni Pedan, Jogonalan, Gantiwarno, Klaten Utara dan Ngawen. “Sejauh ini masih langkah kewaspadaan. Petugas kami minta untuk memantau kondisi kebersihan kandang dan menerapkan biosekuriti. Di lihat dari jumlahnya, babi di Klaten sebenarnya relatif tidak banyak. Namun lantaran sikap peternak, konsep zona peternakan babi masih sulit diterapkan,” keluh dia. – Oleh : kur
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Rabu, 13 Mei 2009 , Hal.VII




