DPRD bersikukuh kosongkan 28 CPNS
Klaten (Espos) Polemik seputar pemanfaatan 28 kursi kosong CPNS formasi tahun 2009 terus berlanjut. Komisi I DPRD Klaten kukuh berpendapat, kursi CPNS yang kosong, lebih baik dikosongkan hingga rekrutmen CPNS yang akan datang.
“Hal itu demi kebaikan Pemkab,” papar anggota Komisi I DPRD Klaten, M Agung Suryantoro saat dihubungi Espos, Jumat (15/1). Menurutnya, pelaksanaan rekrutmen CPNS lalu masih menyisakan hujatan di kalangan masyarakat karena sejumlah komitmen yang disetujui oleh pelaksana ujian —dalam hal ini Pemkab dan UI— tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dikatakan olehnya, pengumuman hasil ujian CPNS memang telah ditayangkan secara terbuka di website. Namun yang disayangkan, katanya, hasil ujian beserta rangking nilai peserta itu baru bisa diakses beberapa hari setelah jadwal pengumuman resmi. “Pas hari H pengumuman pada 23 Desember 2009, pengumuman itu belum bisa dibuka di Internet.”
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, kenyataan tersebut menimbulkan keraguan apakah data hasil ujian CPNS benar-benar valid atau tidak. Diungkapkan olehnya, pengosongan kursi yang ditinggalkan para kandidatnya itu sebagaimana rekomendasi yang disampaikan Komisi I justru bertujuan menghindarkan Pemkab dari praduga tidak baik yang mungkin mencuat di mata masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Klaten Sunarna menuturkan kursi CPNS 2009 yang kosong akan tetap diisi dengan peserta lain. Alasannya, berdasarkan laporan yang diterima Bupati, sebagian besar dari kursi kosong tersebut adalah formasi guru yang sangat dibutuhkan keberadaannya. Menurutnya, formasi guru mendesak diisi lantaran0 perbandingan guru dengan murid masih belum ideal (SOLOPOS, 15/1).
Agung menambahkan, jika yang menjadi alasan adalah kebutuhan guru yang mendesak terisi, Pemkab harus bisa memberikan keterangan penguat mengenai hal itu. Dijelaskan dia, sebenarnya ada solusi lain yang bisa ditempuh Pemkab, yakni dengan cara mengoptimalkan guru yang sudah ada alias menambah jam mengajar mereka. “Itu lebih baik daripada kursi diisi tapi memicu prasangka di masyarakat,” urainya.
Pada bagian lain, Kasubbid Pengadaan dan Pengembangan Pegawai BKD Klaten, M Agus Salim saat dijumpai wartawan di kantornya, kemarin, menuturkan, pascarapat kerja dengan Komisi I soal rekrutmen CPNS, pihaknya akan menyerahkan berkas yang mencantumkan hasil ujian CPNS beserta nilai dan ranking peserta. “Ini sudah kami persiapkan data hasil tes 9.000an peserta untuk diserahkan ke Dewan,” katanya. – Oleh : Rohmah Ermawati
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 16 Januari 2010 , Hal.VII




