Geliat Parpol di Klaten menjelang Pemilu 2009, PNI Marhaenisme andalkan kaum tua
Klaten (Espos) - Marhaenisme yang diajarkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, untuk masa sekarang telah banyak yang ditinggalkan oleh generasi muda. Padahal, banyak ajaran yang terkandung di dalamnya yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa. Semangat itu pulalah yang akan terus digelorakan oleh pengikut Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme), termasuk di Kabupaten Klaten. Sekretaris DPC PNI Marhaenisme, Sukarman, saat dihubungi Espos, Kamis (25/12), menyatakan salah satu ajaran Bung Karno yang banyak dilupakan adalah tentang kemandirian.
”Lihat saja, bangsa ini sering sekali tergantung dengan negara lain. Padahal, Bung Karno dulu mengajarkan agar kita berani berdiri di atas kaki sendiri atau sebagan bangsa mandiri. Selain itu, kejujuran yang diajarkan Soekarno juga banyak dilupakan,” ujarnya.
Di Kabupaten Klaten, kata dia, telah terbentuk sebanyak 14 PAC dan puluhan pengurus ranting. Sukarman sendiri optimistis partai bernomor urut 15 itu akan mampu berkiprah dalam Pemilu 2009 mendatang.
Lantas potensi apa yang dimiliki? Sukarman menyebut golongan orang-orang tua akan menjadi andalan untuk mendulang suara. Sukarman menyatakan orang-orang tua yang meyakini ajaran marhaenisme akan kembali ke kandang dan PNI Marhaenisme merupakan wadah ajaran marhaenisme.
”Mereka memang banyak yang telah bergabung dengan partai-partai lain. Namun dengan keyakinan terhadap ajaran marhaenisme ataupun dilatarbelakangi kekecewaan bernaung di partai lain, golongan tua akan kembali kandang di PNI Marhaenisme,” tuturnya.
DPC PNI Marhaenisme Klaten
Sekretariat : Jl Sultan Agung No 9 Ketandan Klaten Ketua DPC : Namun Madya Putro Sekretaris : Sukarman Bendahara : Suwondo Caleg: Dapil I: 1. Ir Bambang Suryanto Tri Y Dapil II: 1. Sri Radjinah SPd Dapil III: 1. MC Suyatno Dapil IV: - Dapil V: -
Data diambil dari DPC PNI Marhaenisme dan KPU Klaten. ida - Oleh : Farid Achmadi
Sumber: SOLOPOS/261208







