This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Geliat Parpol jelang Pemilu 2009, PDK mantapkan jaringan kader di tingkat bawah

Klaten (Espos) – Sepak terjang Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) di dunia politik negeri ini sudah berlangsung kurang lebih lima tahun. Setidaknya, PDK sudah pernah bertarung dalam Pemilu 2004 lalu.

Sedangkan di Kabupaten Klaten, PDK telah memiliki pendukung yang cukup solid untuk menyukseskan pesta demokrasi tahun ini, kendati dalam Pemilu 2004 mereka belum berhasil menempatkan wakil di DPRD Klaten.
”Kami sudah cukup dikenal masyarakat. Di Pemilu 2009, kami optimistis bisa lebih sukses dibanding sebelumnya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) PDK Klaten, Kawit Purwanto, saat dihubungi Espos, Minggu (4/1).
Dia menambahkan sebagai langkah awal menghadapi Pemilu 2009, DPK PDK Klaten mulai memantapkan jaringan mereka yang berada di beberapa kecamatan. Pembentukan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPKec) telah sukses di delapan kecamatan, seperti Gantiwarno, Cawas, dan Juwiring.

Partai Politik (Parpol) yang mengklaim memiliki 30.000 pendukung tersebut ingin leluasa mengembangkan aksinya sehingga mampu menggalang suara sebanyak-banyaknya. Target yang ingin dicapai DPK PDK Klaten di Pemilu legislatif nanti, yaitu menempatkan dua wakilnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) II dan IV di kursi DPRD Klaten. ”Target itu kami anggap realistis, mengingat Caleg-Caleg di Dapil tersebut memiliki daya tarik tersendiri,” ujar dia.
Kendati persaingan di tiap-tiap Dapil akan berlangsung ketat, namun Kawit yakin kalau mereka mampu bersaing dan mengimbangi lawan politik. Parpol lama yang sudah mapan, serta Partai baru yang sedang naik daun dinilai menjadi pesaing utama PDK di Pemilu 2009.

Sementara itu, Parpol yang mengusung visi menghadirkan pemerintahan yang baik membangun negara Indonesia seutuhnya demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, serta keadilan bagi setiap rakyat Indonesia tersebut tidak membedakan golongan dan latar belakang masyarakat untuk dirangkul menjadi pendukung setianya. Mereka juga berkeinginan mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang bersih dari praktik-praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).
”Meskipun kami ingin menang di Pemilu mendatang, bukan berarti kami menghalalkan segala cara dengan menggunakan cara kotor. Kami merupakan Parpol yang bersih,” pungkas pimpinan Parpol bernomor urut 20 tersebut. – Oleh : Hanifah Kusumastuti

Sumber: SOLOPOS/050109

Bookmark and Share

Leave a Reply