Jatinom (Espos) – Hingga pekan kedua Juni 2009, harga minyak nilam atau atsiri di pasaran masih stabil rendah, yaitu Rp 230.000/kg hingga Rp 270.000/kg. Sebelum merosot pada awal tahun 2009 lalu, harga minyak nilam mencapai Rp 400.000/kg. Ketua Asosiasi Petani Nilam (Aspeni) Kabupaten Klaten, Haryanto, memaparkan, dengan anjloknya harga minyak nilam maka laba yang diperoleh pengepul nilam di Klaten menjadi sangat mepet. Pasalnya, harga beli tanaman nilam dari petani tetap, yaitu Rp 3.000/kg untuk tanaman yang sudah kering dan Rp 1.000/kg untuk tanaman basah. ”Sampai sekarang, harga minyak nilam masih anjlok dan belum ada kenaikan. Anjloknya harga minyak nilam itu karena pengaruh global. Padahal pembelian tanaman nilam dari petani baik yang kering maupun basah tidak ada perubahan harga sebab kami tetap ingin menyejahterakan petani meski laba yang diperoleh mepet,” kata Haryanto, Selasa (9/6).
Saat ditemui wartawan di kediamannya di RT 5 RW 3 Dukuh Madyorenggo Desa Randulanang Kecamatan Jatinom, Haryanto menuturkan, permintaan minyak nilam sendiri sebenarnya masih tinggi, yaitu 3 kuintal/bulan. Namun diakui Haryanto, pihaknya baru bisa memporduksi 50 kg-100 kg minyak nilam setiap bulannya. Untuk itu, imbuh dia, pihaknya kadang kala mendatangkan bahan baku dari Boyolali.
Dijelaskan pula, saat ini, pihaknya baru bisa menyuling sekali dalam sepekan dengan hasil 6 kg minyak nilam. Idealnya, menurut dia, penyulingan dilakukan dua kali dalam sehari sebagai salah satu upaya untuk memenuhi permintaan pasar. – Oleh : nad
Disalin dari: Edisi : Rabu, 10 Juni 2009 , Hal.VII
Pungky
21 weeks ago
kami produsen hasil bumi di sulawesi, kami akan mencoba menawarkan hasil bumi kami yaitu MINYAK NILAM DAN MINYAK CENGKEH yang harganya relatif lebih murah. jika anda berminat silahkan hubungi kami :
(081543313088/085255104334)
Terima Kasih