Jadwal UASBN Matematika tertukar dengan IPA, SDN 1 Jimbung salah sosialisasi
Klaten(Espos) – Puluhan siswa SDN 1 Jimbung Kecamatan Kalikotes, Klaten, Selasa (12/5) pagi, dilaporkan salah jadwal Ujian Akhir Sekolah Berstandar nasional (UASBN) 2009.
Berdasar keterangan yang dihimpun Espos di sekolah bersangkutan diketahui, sebelumnya pihak sekolah menyosialisasikan jadwal UASBN Selasa pagi adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), padahal mestinya jadwal UASBN adalah Matematika, sehingga para siswa kesulitan mengerjakan soal-soal.
“Inikan merugikan siswa. Kasihan, mestinya mereka kan belajar matematika, tapi lantaran sosialisasi yang salah dari guru, siswa belajar IPA,” ujar wali murid SDN 1 Jimbung, Winarso, warga Dukuh Kampak Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes, kepada Espos.
Dia menambahkan, dari total 41 siswa kelas enam SDN 1 Jimbung yang mengikuti UASBN 2009 di tiga ruang kelas, hanya satu ruang kelas atau 15 siswa saja yang diberi tahu bahwa jadwal ujian pada Selasa pagi adalah Matematika, bukan IPA. Menanggapi kekeliruan sosialisasi itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Klaten, Budiyanto menyatakan, mestinya para siswa dan wali murid mengacu jadwal ujian yang tertera di kartu ujian.
Telah diralat
Diakuinya, berdasar klarifikasi yang dilakukan kepada Kepala SDN 1 Jimbung, pihak sekolah memang telah menyampaikan bahwa jadwal ujian pada hari Selasa adalah Matematika. “Saya sudah klarifikasi kepada pihak sekolah, menurut mereka sekolah telah meralat informasi yang menyebutkan bahwa jadwal ujian hari ini (Selasa kemarin-red) IPA. Melainkan yang benar adalah Matematika,” tegasnya.
Dia melanjutkan, jadwal UASBN 2009 yang digelar secara serempak di Tanah Air, sama antara satu daerah dengan daerah lain. Ditanya tentang jalan tengah terbaik bagi para siswa SDN 1 Jimbung yang merasa dirugikan atas kesalahan sosialisasi itu, Budi enggan menjawab jelas, namun dia berjanji akan membahasnya lebih lanjut di internal Disdik Klaten.
Lebih lanjut dia memaparkan, jumlah siswa SD/MI yang mestinya mengikuti UASBN 2009 adalah 17.880 anak yang tersebar di 648 sekolah. Selama dua hari penyelenggaraan UASBN 2009, Senin (11/5) dan Selasa (12/5) belasan anak dilaporkan tidak mengikuti ujian dengan berbagai alasan seperti sakit dan halangan teknis lain. “Untuk yang belum ikut ujian bisa menyusul pada ujian susulan,” terangnya. – Oleh : kur
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Rabu, 13 Mei 2009 , Hal.VII








