This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Jaka Purwanta, Upayakan apem sebagai ikon Jatinom

apemUpacara adat Yaqowiyu telah berlalu. Namun, euforia kemeriahan penyebaran apem masih terasa hingga empat hari berselang.

Bagi Camat Jatinom, Jaka Purwanta, perayaan upacara penyebaran apem Jumat (29/1) lalu itu adalah upacara adat paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, jumlah pengunjung yang datang melebihi perkiraannya. “Semula, kami menargetkan bisa menarik sekitar 15.000 pengunjung, namun saya data jumlahnya mencapai lebih dari 20.000 orang. Itu di luar perkiraan kami,” akunya.
Kemeriahan itu tentu tidak lepas dari peranan Jaka sebagai Ketua Harian Panitia Perayaan Yaqowiyu. Menurutnya pria kelahiran 1 November 1967 ini, kunci keberhasilan tersebut berada pada publikasi yang dilakukan panitia melalui selebaran, spanduk, baliho, pamflet dan lain sebagainya.
Pria yang sehari-hari menempati rumah dinasnya di kompleks kantor pemerintah kecamatan itu menilai, perayaan Yaqowiyu mampu meningkatkan perekonomian bagi warga sekitar. Dengan gelaran itu, banyak warga sekitar yang membuka usaha memanfaatkan keramaian pengunjung.
Kini, perayaan penyebaran apem telah berlalu. Namun, Jaka berharap apem bisa menjadi ikon bagi Jatinom. Tidak hanya pada perayaan Yaqowiyu, tetapi juga untuk selamanya. Letak Jatinom yang strategis di jalur lintas kabupaten, yakni Klaten dan Boyolali, membuatnya berpotensi menjadikan apem sebagai oleh-oleh khas Jatinom.
“Jalan Klaten-Boyolali selalu ramai oleh kendaraan setiap harinya. Jalan ini dulu menjadi jalur alternatif, tetapi sekarang sudah bergeser menjadi jalur utama. Kami berharap mereka bisa singgah sebentar di Jatinom untuk membeli makanan khas Jatinom berupa apem sebagai oleh-oleh,” tandas Jaka.
Jaka menjelaskan, saat ini, warga Jatinom sudah melakukan inovasi baru dalam membuat kue apem. Semula apem hanya memiliki satu rasa, namun saat ini apem juga bisa disajikan dengan beraneka rasa buah, seperti durian, nangka, nanas, dan lain sebagainya.
Inovasi itu diharap bisa menjadikan apem sebagai produk lokal yang unggulan di Jatinom. Selain apem, Jaka menilai produk lokal yang tak kalah potensi dalam menyejahterakan warganya adalah hasil perkebunan. Beberapa hasil perkebunan seperti durian, rambutan dan pepaya dinilainya memiliki potensi besar jika digarap serius. – Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 01 Februari 2010 , Hal.VII


Bookmark and Share

Leave a Reply