This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Jelang Pilkada 2010 Golkar-PDIP berebut Sunarna

sunarna-bupati-klatenKlaten (Espos) Jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Klaten menunggu keputusan Sunarna SE MHum, menyusul dicalonkannya Sunarna oleh kedua partai itu sebagai calon bupati pada Pilkada mendatang.

Kedua partai seolah berebut figur incumbent untuk dicalonkan sebagai bupati dalam Pemilihan Umum Kepada Daerah (Pilkada) mendatang. Pasalnya, meskipun PDI Perjuangan menyatakan membuka diri untuk berkoalisi, Partai Golkar beranggapan tak ada untungnya memasangkan Sunarna dengan Hartini sebagaimana diamanatkan Konfercab PDIP, Senin (1/3) lalu.

Ketua DPD II Partai Golkar Klaten, Anang Widayaka kala dihubungi Espos, Selasa (2/3), mengingatkan, sebelum dipilih PDIP sebagai calon bupati (Cabup), Sunarna telah dipilih untuk posisi serupa oleh Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar, akhir tahun 2009 lalu. Disadarinya, baik Musda Golkar maupun Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP merupakan rapat tertinggi bagi masing-masing partai.

Namun Anang tetap berharap Sunarna memenuhi amanat Musda Golkar. Ditegaskannya, jajaran Partai Golkar Klaten akan memperjuangkan keputusan Musda itu sepenuh hati. Oleh karenanya, dia pun akan memperjuangkan putusan Musda untuk mengusung Sunarna sebagai Cabup dalam Pilkada September mendatang.

Akan tetapi, Anang tetap mengakui, keputusan mengabulkan amanat Munas Golkar ataupun tidak, sepenuhnya berada di tangan Sunarna. “Semua masih bergantung dari Mas Narna. Kami berikan dulu kesempatan kepada beliau untuk memilih,” tutur Anang.

Anang menjelaskan, pihaknya akan merasa senang jika Sunarna bersedia dicalonkan oleh Partai Golkar. Namun, apapun keputusan Sunarna, pihaknya akan berusaha menghormatinya. “Itu adalah hak berpolitik beliau jadi kami akan menghormatinya,” papar Anang.

Anang menambahkan, jika Sunarna lebih memilih dicalonkan PDIP, maka pihaknya harus mencari calon lain sebagai pengganti. Dia mengatakan, pihaknya akan membuka kesempatan kepada calon dari internal maupun eksternal partai untuk diusung dalam Pilkada mendatang.

Pesimistis koalisi

Disinggung kemungkinan berkoalisi dengan PDIP, pihaknya mengaku pesimistis. Menurutnya, berkoalisi dengan PDIP yang telah mencalonkan Sunarna dan Hartini tidak akan membawa keuntungan bagi Partai Golkar.

Ditemui di lokasi berbeda, Ketua DPC PDIP Klaten, Agus Riyanto mengaku akan berusaha memperjuangkan apa yang menjadi keputusan Konfercab. Menurutnya, pihaknya akan senantiasa berkonsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar bersedia menurunkan surat rekomendasi kepada dua pasangan calon tersebut untuk maju dalam Pilkada. “Kami akan mengamankan dan memperjuangkan apa yang menjadi keputusan rapat tertinggi di tingkat DPC PDIP Klaten,” papar dia. Agus mengklaim, secara informal, pihaknya telah mendapatkan kesediaan dari pihak Sunarna untuk diusung dalam Pilkada mendatang.

Kendati demikian, diakui Agus, pihaknya belum mendapatkan persetujuan dari Sunarna secara formal. “Sebelumnya Konfercab dimulai kami sudah membicarakan hal itu. Kala itu dia bersedia kami usung menjadi calon bupati,” tandas Agus. – Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Rabu, 03 Maret 2010 , Hal.VII


.

Leave a Reply