This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Kampanye di Delanggu, Puan tengok pedagang pasar

puan-maharaniDelanggu (Espos) - Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, yang juga anggota tim pemenangan pasangan Capres-Cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto meminta para legislator terpilih dari partainya —baik yang bakal duduk di DPRD Klaten,

DPRD Jateng maupun DPR— ikut cawe-cawe menyelesaikan persoalan yang dirundung puluhan pedagang tradisional pasar rakyat Delanggu yang terpinggirkan akibat revitalisasi Pasar Delanggu.
Instruksi anak sulung Megawati dan Taufik Kiemas itu dikemukakannya, Minggu (28/6) siang, dalam rangkaian kampanye dialogis dengan puluhan orang yang mewakili elemen masyarakat kecil di Balaidesa Gatak Kecamatan Delanggu, Klaten. Sebelum melakukan dialog, Puan yang juga Caleg terpilih DPR untuk wilayah Jateng V sempat meninjau kondisi pasar rakyat Delanggu, tak jauh dari Lapangan Merdeka.

Aksi Puan itu berhasil menarik perhatian puluhan pedagang, namun mereka tak sontak tergoda untuk memilih pasangan Capres-Cawapres Mega-Prabowo dalam Pilpres mendatang. ”Puan bukan satu-satunya tokoh politik yang melihat kondisi pedagang. Kita lihat saja, siapa yang lebih peduli terhadap nasib pedagang,” ujar Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Delanggu (P3D), Yulianto.

Tampak hadir dalam kampanye Puan di Delanggu tersebut, jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng, DPC PDIP Klaten, unsur paguyuban penarik ojek Delanggu, kelompok tani, buruh, pedagang tradisional, penarik becak, pandai besi, dan pemulung. Di hadapan para pendukungnya, Puan berjanji meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil apabila pasangan Mega-Prabowo terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

Sementara itu, Cawapres Prabowo Subianto, Minggu petang, melakukan kampanye politik di Gedung Serbaguna Wedi, Klaten. Dalam kegiatan yang juga dihadiri juru kampanye Hj Rustriningsih tersebut, Prabowo menyayangkan banyaknya hasil pengolahan kekayaan negara yang jatuh kepada pihak asing.

Menurut dia, kekayaan alam Indonesia sanga potensial untuk terus digali dan diolah demi sebesar-besar kesejahteraan rakyat. Dia menolak penjualan aset-aset negara kepada pihak asing. Ditegaskannya, penerapan ekonomi kerakyatan adalah yang paling pas di Tanah Air. - Oleh : kur

Disalin dari: Edisi : Senin, 29 Juni 2009 , Hal.VII

Bookmark and Share

2 Comments

  1. agus says:

    Memang saat ini rakyat kecil sedang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah karena kondisi perekonomian dan kesejahteraan mereka sangat dibawah layak. Semoga saja calon-calon pemimpin yang sekarang sedang memerlukan suara rakyat, jika sudah mendapatkan kedudukan yang diinginkan tidak lupa pada rakyat.
    Selain memikirkan negara, pemerintah seharusnya lebih memikirkan dan mengurusi rakyat. Seperti pada masa pemerintahan para Khalifah terdahulu.
    Semoga pemimpin-pemimpin baru negri ini nanti dapat membawa banyak kebaikan pada rakyat. Amin

  2. wardi says:

    Sepertinya dalam masa kampanye pemilihan presiden ini tempat favorit dan paling sering dikunjungi capres-cawapres maupun tim suksenya adalah Pasar Tradisional. Tiga Pasangan Capres-cawapres semuanya sudah pernah mengunjungi pasar trasional dan menjanjikan akan lebih memperhatikan pasar tradisional tapi kita tunggu apakah janji2 mereka akan dipenuhi jika nanti mereka menang dalam pemilu tgl 8 juli 2009.

    Dan mengenai aset2 negara yang dijual ke pihak asing, waktu Megawati Soekarno Putri menjadi presiden bukannya beliau yang getol melakukan privatisasi BUMN.

    Kita berharap kita dapat mempunyai pemimpin yang benar-benar dapat mengayomi warga negaranya.

    Amin

Leave a Reply