This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Kerja bakti punya manfaat ganda

Wonosari (Espos) - Tradisi bergotong-royong yang tergambar dalam kerja bakti mungkin hanya dapat ditemukan di Indonesia.
Maka dari itu, tradisi yang sudah diterapkan sejak nenek moyang kita itu selalu menjadi elemen penting dalam pembangunan serta menjadi salah satu hal yang bisa dibanggakan di negeri ini.

Jika menengok seluk beluk dan faedah kerja bakti, masing-masing warga tentu memiliki cara pandang berbeda. Tapi, disadari atau tidak, seluruh lapisan masyarakat setuju jika kerja bakti bisa merekatkan komunitas warga yang majemuk.

Untuk warga Desa Gatak, mereka masih mempercayai bahwa kerja bakti memiliki arti ganda. Selain untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada, dengan sikap gotong-royong warga juga bisa saling bertatap muka, bertukar pikiran, hingga bercanda tawa.

Sebab, kerja bakti tidak mengkotak-kotakkan etnis, umur, agama, dan suku. Semua bersatu padu dan menggabungkan diri untuk bergotong-royong, baik untuk meringankan beban salah satu saudara mereka di kampung itu, atau untuk membangun salah satu sarana umum, seperti membersihkan jalan atau selokan. Antusias warga Desa Gatak untuk mengikuti kerja bakti masih tinggi.

Hal itu perlu disyukuri, mengingat di tengah fenomena masyarakat yang cenderung individualistik seperti sekarang ini mereka masih bersedia menyisihkan waktu untuk kepentingan masyarakat. Keadaan ini mungkin saja berbeda di kota-kota besar, di mana semangat untuk bergotong-royong sudah mulai luntur.

Bahkan, ketika parit-parit mereka kotor, cukup dengan uang, mereka memilih menyewa pekerja. Hal seperti itu, bisa jadi mengurangi nilai estetika. Dan yang perlu diingat, tidak segalanya bisa dibeli dengan uang. Jika rakyat Indonesia mau menyadari, meski sering disepelekan, kerja bakti tetap penting untuk terus dilestarikan. - Oleh : m74

Sumber: SOLOPOS/030109

Bookmark and Share

Leave a Reply