Klaten jadi Kabupaten Agropolitan, Pegadaian siap kucurkan Rp 200 M
Klaten (Espos) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mencanangkan diri sebagai Kabupaten Agropolitan dengan memadukan konsep pembangunan perkotaan berbasis pertanian.
Sementara itu Perum Pegadaian siap mengucurkan dana kredit senilai Rp 200 miliar ke pelaku usaha menengah, kecil dan mikro di Klaten pada tahun 2009 untuk mendukung program tersebut.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perum Pegadaian, Chandra Purnama, saat menyampaikan sambutannya dalam acara launching Klaten menuju Kabupaten Agropolitan, yang digelar di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (30/12).
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Klaten Sunarna, jajaran pejabat Perum Pegadaian, Sekjen Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Koensatwanto Inpasiharjo, dan tamu undangan lainnya. ”Misi pegadaian adalah menyejahterakan masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah,” terang Chandra.
Dia yakin komitmen kucuran kredit senilai Rp 200 miliar pada tahun depan, bakal dapat direalisasikan. Saat ini, jelasnya, Pegadaian di Klaten telah membukukan pencairan kredit senilai Rp 13,6 miliar. Total nasabah Pegadaian di Klaten mencapai 3.458 orang. ”Apa bisa? Semua bisa kalau ada komitmen dan mau,” tegasnya.
Semangat wirausaha
Bupati Klaten, Sunarna, membeberkan kucuran kredit dari Pegadaian tersebut akan disalurkan kepada para pengusaha kecil, mikro dan menengah yang bergerak di bidang agropolitan. Konsep agropolitan sendiri, kata Bupati, memadukan perkembangan masyarakat perkotaan dengan basis pertanian. ”Pertanian tidak hanya fokus pada Saprotan (sarana produksi dan pertanian-red) saja.”
Kepala Bapeda Klaten, Sarjono, mengatakan kebijakan pembangunan Klaten menuju agropolitan diciptakan untuk mengembalikan semangat wirausaha masyarakat. Dengan semangat kewirausahaan tersebut, maka, krisis ekonomi dalam skala apapun dapat teratasi. ”Ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis global yang diperkirakan juga akan melanda Klaten,” ungkapnya.
Agropolitan merupakan pengembangan kawasan untuk mendukung petani agar semakin dekat dengan berbagai aspek pendukung pertanian. Agropolitan dibagi menjadi lima konsep, yakni agroindustri, agrobisnis, agrowisata, agroproduksi dan agroteknologi.
Potensi agropolitan di Klaten terdiri atas padi, kedelai, kacang tanah, palawija, hingga tembakau. ”Untuk Klaten, kami telah mampu mencukupi kebutuhan kami sendiri khususnya di bidang pertanian,” urai Bupati. – Oleh : Heriyono Adi Anggoro
Sumber: SOLOPOS/311208




