Mahasiswa Jepang belajar di Bayat
Bayat (Espos) Sembilan mahasiswa Jurusan Keramik Fakultas Kesenian Universitas Kyoto Seika, Jepang, belajar membuat gerabah keramik dengan teknik putaran miring dari perajin gerabah keramik di Pagerjurang, Bayat. Mereka belajar di Bayat selama sepekan sejak Sabtu (6/3).
Dosen Universitas Kyoto Seika, Prof Chitaru Kawasaki, mengatakan, kedatangan para mahasiswanya ke Bayat adalah karena pembuatan gerabah keramik dengan teknik putaran miring tidak dilakukan pengrajin gerabah di Jepang. “Teknik putaran miring termasuk yang paling sulit untuk dilakukan. Para pengrajin kebanyakan menggunakan teknik putaran lurus. Dengan belajar langsung ke desa ini, diharapkan mahasiswa bisa menerapkannya ketika kembali ke Jepang nanti,” ujarnya saat ditemui Espos di Pusat Pelestarian Pembuatan Keramik Putaran Miring Bayat, Minggu (7/3). – Oleh : m84
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 08 Maret 2010 , Hal.VII




