Minyak tanah subsidi masih beredar
Klaten (Espos) – Akibat belum lancarnya pasokan gas elpiji, PT Pertamina belum mencabut alokasi minyak tanah di Klaten. Alokasi minyak tanah di Klaten sekitar 215 kiloliter per hari.
Pencabutan minyak tanah bersubsidi di Klaten sebenarnya dimulai per 1 Januari lalu. Hal itu terkait adanya program konversi minyak ke gas elpiji yang telah dilaksanakan sejak semester pertama tahun lalu. Tapi, karena belum lancarnya pendistribusian gas elpiji, maka minyak tanah bersubsidi masih beredar di Klaten.
Kabag Perekonomian Pemkab Klaten, Sri Sumanto, kepada Espos, Selasa (6/1), mengatakan kebijakan itu diterapkan untuk membantu warga akan ketersediaan bahan bakar yang masih dibutuhkan tersebut. ”Kalau semua minyak tanah subsidi sudah ditarik, sementara gas elpiji masih belum lancar maka kasihan warga,” tukas Sumanto.
Lebih lanjut dia menerangkan alokasi minyak tanah bersubsidi di Klaten saat ini memang tinggal 215 kiloliter per hari. Hal itu jauh berkurang dari semula yang bisa mencapai 1.900 kiloliter per hari. Sedangkan peredaran minyak tanah nonsubsidi sudah mulai beredar di beberapa tempat, tapi masih dalam skala yang relatif kecil. ”Untuk harga minyak tanah nonsubsidi warnanya dibuat lain dari minyak bersubsidi. Dan harganya bisa mencapai di atas Rp 7.000 per liter,” kata dia.
Harga eceran tersebut, tambah Sumanto, tentu lebih besar jika dibanding harga minyak tanah bersubsidi yang harga eceran tertinggi (HET)-nya Rp 2.985 per liter. Minyak tanah bersubsidi, tegas dia, akan dicabut sepenuhnya jika distribusi dan pasokan gas elpiji telah lancar.
Terpisah, Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Surakarta, B Sulistyo, menambahkan jadwal alokasi minyak tanah saat konversi dilangsungkan telah tersusun. Sejumlah agen minyak di Klaten akan memperoleh jatah secara bergantian sesuai jadwal.
Dia menilai warga Klaten pada dasarnya telah siap untuk melaksanakan program konversi. Terkecuali, bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadikan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk produksinya. – Oleh : m74
Sumber: SOLOPOS/070109




