Musim durian, pedagang layani pembeli hingga malam
Hujan yang turun malam itu tak membuat Ny Dalmini, 50, mengemasi durian dagangannya. Dinginnya udara malam tampaknya tak menggoyahkan niatnya untuk mengais rezeki dari orang yang melintas di jalanan Kota Klaten.
Warga Desa Druwak Kecamatan Karangnongko, Klaten, ini adalah satu dari belasan pedagang buah durian yang berjualan di trotoar jalan kawasan Sidowayah, Klaten. Mereka mulai membuka lapak-lapak pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB dan baru mengemasinya pukul 23.00 WIB malam.
Kepulan asap kendaraan, hujan serta dinginnya malam tak sedikit pun menyurutkan semangat mereka. Maklum, dengan kerja keras itu, mereka bisa memenuhi pundi-pundi rupiah. Tak tanggung-tanggung, jutaan rupiah masuk dalam kantong mereka tiap-tiap hari.
“Dalam sehari, saya bisa menjual 150 hingga 250 butir buah durian. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 50.000 per buah,” tutur Ny Dalmini kala berbincang dengan Espos di sela- sela berjualan, Sabtu (9/1) malam.
Menurut Dalmini, perbedaan harga itu dikarenakan jenis dan ukuran durian yang berbeda-beda. Dia menilai, jenis durian montong mempunyai kualitas nomor satu. Selain daging buah yang berwarna kuning kemerah-merahan memiliki rasa yang manis, daging buah itu juga tebal, sementara bijinya kecil.
Sambil mengusap peluh, dia melanjutkan, kelas buah durian nomor dua adalah durian petruk. Jenis buah durian ini sama manisnya dengan montong. Namun, dagingnya sedikit lebih tipis serta bijinnya mempunyai ukuran yang lebih besar. Sementara warna daging buahnya kuning. “Kalau soal rasa sama manisnya, yang membedakan cuma warna dan ketebalan daging buahnya,” papar dia lebih lanjut.
Aroma menggoda
Namun yang paling dulu menggoda selera, tentu saja aroma buah berduri ini. Bahkan sengatan harum buah durian itu mampu menggoda setiap pengguna jalan yang melintas di dekat pedagangnya. Sengatan harum itu tentu bakal membuat penggemar durian tak keberatan merogoh kocek dalam-dalam agar dapat menikmati buah ini.
Tri Atmo, 45 warga Nusukan Solo, malam itu datang mendatangi lapak Ny Dalmini. Tri yang sehari-hari bekerja sebagai sopir taksi ini mengaku sebagai penggemar durian. Karena itulah, minimal dua hari sekali, dia menyempatkan membeli buah durian.
Malam itu, dia tidak keberatan merogoh kocek hingga Rp 75.000 untuk membeli tiga butir buah durian. Satu durian dia belah di lokasi untuk dimakan. Sementara dua lainnya, dia sisakan untuk keluarganya di rumah.
Di sela-sela memakan buah durian, dia bertutur, sudah banyak tempat penjual durian yang dia kunjungi. Tidak hanya di Kota Solo tetapi juga seantero Soloraya. – Oleh : Moh Khodiq Duhri
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 11 Januari 2010 , Hal.VII




