Musim tanam dimulai, buruh tani tuai berkah
Trucuk (Espos) Para buruh tani di Kecamatan Trucuk, Klaten, bersiap-siap menuai berkah seiring dimulainya musim tanam tembakau.
Sumiyati, 60, salah seorang buruh tani asal Desa Sumyang Kecamatan Trucuk mengaku gembira dengan datangnya musim tanam tembakau tahun ini. Menurutnya, pada musim tanam tembakau kali ini, dirinya sudah dikontrak untuk merawat tanaman tembakau milik Sarno, warga Desa Sumyang Kecamatan Trucuk selama satu musim.
Bukan hanya Sumiyati, sejumlah tetangganya yang berprofesi sebagai buruh tani juga mendapatkan kontrak kerja serupa. “Kalau musim tanam tembakau sudah dimulai, biasanya memang membutuhkan tenaga pekerja yang tidak sedikit jumlahnya,” tutur Sumiyati saat ditemui Espos di sela-sela kesibukannya mencabuti rumput pada lahan yang akan digunakan untuk pembibitan tembakau, Jumat (30/4) akhir bulan lalu.
Dia menjelaskan, saat ini, musim tanam tembakau sedang dalam proses pembibitan. Sejak setengah bulan lalu, dirinya selalu aktif mengamati pertumbuhan bibit tembakau pada lahan seluas sekitar 700 m2 milik Sarno tersebut. Dia mengatakan, selama proses pembibitan berlangsung, kendala yang sulit dihadapi adalah munculnya rumput yang mengganggu pertumbuhan bibit tembakau.
Atas jerih payahnya, Sumiyati mengaku mendapatkan upah Rp 20.000 per hari dari pemilik kebun tembakau. Menurutnya, biasanya upah itu diberikan selama sebulan sekali. Hal senada juga dikemukakan Ny Manto, 50, salah seorang buruh tani yang juga bekerja di ladang milik Sarno.
- Oleh : mkd
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Selasa, 04 Mei 2010 , Hal.VII




