This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Pajang Karya Seni Rupa, tebar semangat kebangsaan

Upacara adat Saparan yang dipuncaki dengan kegiatan penyebaran apem atau lebih populer dengan sebutan Yaqowiyu baru akan dilaksanakan Jumat (29/1) mendatang.

Namun rangkaian acara itu sudah digelar sejak Senin (25/1) dengan dibukanya Pajang Karya Seni Rupa: Tebar Estetika di galeri Ash-shomad International.
Pemeran seni rupa itu dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Setya Subagya Senin malam lalu. Seratusan lukisan karya puluhan seniman dari berbagai kota menghiasai dinding padepokan ini.
Memasuki bagian dalam galeri, pengunjung akan langsung dihadapkan pada lukisan berjudul Kukuh dalam deru. Lukisan berukuran 150×170 cm ini merupakan buah karya Bambang Puji, pelukis asal Mayungan, Klaten. Lukisan itu menampilkan seekor capung yang hinggap pada sebuah dahan pada saat terjadi angin yang bertiup kencang. Kencanganya tiupan angin ditandai dengan gerakan reruputan dan dahan pepohonan yang melengkung.
Demi mengatasi terpaan angin, capung itu cukup mengatupkan kedua keempat sayapnya. “Capung itu mempunyai cara tersendiri dalam menghadapi setiap persoalan. Dia cukup mengatupkan sayapnya untuk mengatasi terpaan angin yang sangat kencang,” tutur Bambang kala berbincang dengan Espos malam itu.
Melalui lukisan karyanya, Bambang ingin menyampaikan pesan kepada bangsa Indonesia. Berbagai persoalan yang mengancam keutuhan kesatuan bangsa harus bisa diatasi dengan cara yang arif dan bijak. “Saya ingin bangsa Indonesia bisa seperti seekor capung itu,” ucapnya.

Lambang kenegaraan
Pesan senada juga tercermin dalam lukisan berjudul Berdiri kokoh karya Ansori. Lukisan ini menampilkan gambar burung garuda, lambang kenegaraan Indonesia. Burung garuda itu berdiri kokoh di hadapan tokoh antagonis dalam dunia pewayangan Butha Cakil. Dalam lukisan itu, Butha Cakil memimpin barisan pasukan yang berwarna hitam. “Butha Cakil serta pasukan hitam itu adalah cerminan berbagai gejolak yang menggerogoti kesatuan bangsa, seperti isu terorisme, Bank Century, dan segala macam,” papar Ansori yang juga hadir dalam acara itu.
Lukisan karya Bambang Puji dan Ansori merupakan satu dari seratusan lukisan yang dipamerkan dalam Pajang Karya Seni Rupa. Tema yang ditampilkan dalam pameran lukisan itu sangat beragam. Setiap seniman seolah-olah ingin menyampaikan pesan hasil cipta, rasa, dan karsa kepada khalayak melalui lukisan karyanya.
Selain pameran lukisan, pada Kamis (28/1), digelar Kirab Gunungan Apem dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Besar. Sementara pada Jumat mendatang, dijadwalkan acara inti, yakni penyebaran apem yang dilakukan langsung oleh Bupati Klaten, Sunarna. Jumlah apem yang akan disebar itu beratnya mencapai sekitar lima ton. – Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Rabu, 27 Januari 2010 , Hal.VII


Bookmark and Share

1 Comment

  1. aq punya karya 3d dari kulit telur,,mungkin ada yg berminat

Leave a Reply