Partai Demokrat bergejolak, 6 Pengurus PAC dinonaktifkan
Klaten (Espos) Sejumlah
pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat (PD) Klaten
dinonaktifkan dari jabatannya, menyusul tindakan mereka yang dinilai
membelot dari kebijakan partai.
Para pengurus PAC tersebut terkesan mendukung pasangan calon bupati-wakil bupati di luar rekomendasi yang dikeluarkan DPD PD.
Mereka
yang dinonaktifkan terdiri atas Ketua PAC PD Bayat, Ketua PAC PD
Tulung, Ketua PAC PD Klaten Selatan, Ketua PAC PD Wedi, Wakil Ketua PAC
Cawas, Wakil Ketua PAC PD Ceper serta seorang kader PD dari Jogonalan.
Ketua DPC PD Klaten, Sunar Nugroho, Kamis (15/7), mengatakan, semua
struktural maupun kader partai harus mengamankan rekomendasi DPP.
Dalam
hal ini, katanya, mendukung pasangan Sunarna-Sri Hartini sebagai calon
bupati-wakil bupati 2010-2015. Namun kenyataannya, lanjut dia, sejumlah
pengurus PAC justru melawan arus dengan bergabung menjadi relawan
pasangan lain dan hadir dalam pendaftaran pasangan itu ke KPU. “Hal itu
berarti melanggar aturan partai. Setelah melalui berbagai pertimbangan,
kami putuskan penonaktifan.”
Menurutnya, penonaktifan diikuti
pengambilalihan kepengurusan PAC-PAC yang ketuanya dianggap membelot.
Dia menekankan, seluruh kader partai semestinya bersikap arif dan
menghormati segala keputusan yang telah digariskan partai dan bukannya
melawan arus. Diungkapkan Sunar, keputusan penonaktifkan sudah
dilaporkan ke DPD PD Jateng dan DPP.
Untuk diketahui, PD
bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Sunarna-Sri Hartini dalam
Pilkada Klaten. Hal itu dikukuhkan dengan rekomendasi SK DPP PD No
192/RKMD/DPP-PD/VII/2010 tanggal 5 Juli 2010. Namun sejumlah kader PD
justru terlihat hadir dalam deklarasi tim sukses pemenangan Agus
Winarno, Senin (5/7) lalu. Demikian pula saat pendaftaran Agus
Winarno-Sri Kertati ke KPU, Rabu (7/7), sejumlah kader PD juga nampak
mengantarkan.
Tidak terima
Pada bagian lain, Bambang
Sugiyarto selaku Ketua PAC PD Bayat yang turut dinonaktifkan mengatakan
tidak bisa menerima penonaktifan dari DPC. “Semuanya kami kembalikan ke
aturan organisasi. Kami belum bisa menerima alasan yang disertakan
dalam surat penonaktifan,” kata dia.
Menurutnya, kehadirannya
dalam deklarasi relawan Agus Winarno sebagai individu dan tidak membawa
nama partai. Pada waktu deklarasi itu, katanya, DPC PD belum
mensosialisasikan pasangan mana yang harus didukung oleh kader PD.
Bambang mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan rekan-rekannya
yang sama-sama mendapat surat penonaktifan untuk menentukan langkah
selanjutnya. – Oleh : Rohmah Ermawati
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 16 Juli 2010 , Hal.VI





salah satu kader PD yang berdomisili di jogonalan…rumahnya buat posko relawan salah satu Balon bupati..itu cuma cari duit aja.manfaatin nafas terakhir di PD.
PARTAI kan cuma cari DUIT, gobloknya rakyat saja yang mau dibohongi.