This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Pemkab bentuk tim pemeriksa daging kurban

Klaten (Espos) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten membentuk tim pemeriksa daging kurban untuk mengantisipasi peredaran hasil penyembelihan yang tidak sehat. Tim terdiri atas 10 orang yang akan menyebar ke dua wilayah.

Kasubdin Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Klaten, Sri Nurani, pekan lalu, mengungkapkan tim akan mulai bertugas mulai hari H-1 hingga H+2. Tim tersebut dibagi ke wilayah Klaten barat dan Klaten timur.
”Selain itu, petugas di masing-masing kecamatan juga akan bertugas memantau daging kurban yang ada di tempat-tempat penyembelihan,” katanya kepada Espos di Klaten.
Pemantauan dilakukan untuk melihat kesehatan kualitas daging kurban. Selain itu, pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya cacing hati yang ada pada ternak kurban.

Cacing hati berakibat fatal pada manusia maupun ternak yang ada. Seluruh asupan gizi maupun makanan yang masuk ke manusia atau ternak tidak akan diserap tubuh, namun justru bakal dimakan cacing tersebut.
“Nanti, lama-lama orangnya bisa kurus, dan berpenyakit,” urainya.
Pada tahun 2007 silam, pihaknya menemukan tiga kasus adanya cacing hati pada ternak kurban. Kasus tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Delanggu dan Kalikotes.
Tetap memantau

Bila tidak diwaspadai, cacing hati dapat berpindah ke manusia, mengingat telurnya tidak mati saat daging hewan dikonsumsi. Kendati tugas tim hanya sekitar tiga hari, namun Sri menegaskan, pihaknya juga akan tetap memantau daging hingga aksi penyembelihan daging kurban berakhir. ”Kami terus akan sweeping daging kurban,” ungkap dia.

Penyakit lain yang mesti diwaspadai adalah penyakit kuku dan mulut pada ternak kurban. Namun, hingga saat ini, hal tersebut belum ditemukan kasusnya di Klaten.

Kasi Kesehatan Hewan, drh Awik Purwanti, menambahkan ciri-ciri ternak kurban yang mengidap cacing hati bisa terdeteksi sejak awal. Untuk sapi, misalnya, terang dia, cirinya adalah tubuh hewan kurus dan bulunya kasar. Saat disembelih, hatinya memiliki jalan cacing dan berlubang. Oleh : haa

Sumber: SOLOPOS/021208

.

Leave a Reply