Pemkab siapkan armada distribusi air bersih
Klaten (Espos) – Krisis air bersih mulai melanda Klaten. Pemkab setempat, sejak tiga hari lalu mulai mengirim armada air bersihnya ke sejumlah wilayah yang membutuhkan pasokan.
Berdasarkan data Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Klaten, Jumat (3/7), pengiriman air bersih mulai dilakukan sejak tiga hari lalu. Pengiriman dilakukan sebagai respons atas permintaan wilayah yang membutuhkan air bersih. Namun hingga kini, baru satu wilayah kecamatan yang telah mengajukan permintaan dropping air bersih.
Kabag Kesra Setda Pemkab Klaten, Rantiman, mengungkapkan, wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih baru wilayah Kemalang. “Namun belum menyeluruh. Baru desa-desa di bagian atas seperti Balerante, Sidorejo, Tegalmulyo. Kami kirimkan tiga unit truk pengangkut air bersih setiap harinya,” jelasnya.
Menurut Rantiman, kendati krisis mulai terjadi, sejumlah daerah di lereng Gunung Merapi masih kecukupan air bersih. Warga, jelasnya, masih memiliki stok air bersih di tandon masing-masing. “Pengiriman air bersih telah kami lakukan sejak awal bulan. Belum keseluruhan kekeringan,” urai dia.
Lima truk tangki
Bagian Kesra memiliki armada yang terdiri atas lima unit truk tangki. Namun, hingga saat ini, lanjut Rantiman, pihaknya baru mengirimkan tiga truk tangki untuk menopang kebutuhan air bersih warga. Pasokan air bersih per tangki rata-rata mencapai 5.000 liter. “Wilayah yang paling rawan kekurangan air bersih memang Kemalang. Kalau daerah lainnya, bila kemarau tidak panjang, tidak akan kekurangan,” jelas Rantiman.
Pada tahun ini, alokasi anggaran untuk penanggulangan krisis air bersih mencapai Rp 15 juta. Bagian Kesra berencana mengajukan perubahan anggaran dalam APBD Perubahan hingga Rp 18 juta. “Semoga tidak panjang, karena biasanya kemarau sudah terjadi sejak sebulan silam. Dan ini baru dimulai sekarang (bulan Juli-red),” tandasnya.
Salah seorang warga Desa Tlogowatu, Kemalang, Sulagiman, mengatakan di wilayahnya sudah ada beberapa warga yang telah kehabisan stok air bersih. Namun, secara umum, hingga saat ini, kekurangan tersebut belum begitu dirasakan pihaknya. ”Para juragan truk air bersih juga belum keluar keliling jualan air. Kemungkinan pada Agustus nanti krisis air bersih mulai terasa,” ungkap dia. – Oleh : haa
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 04 Juli 2009 , Hal.VII





ini gara2 penambangan pasir di kaliworo!!! saya prihatin dengan keadaanya. ya kalo itu bisa bertahan selamanya. kalo 10-15 tahun lagi dah habis! mau makan apa anak cucu anda2 semua yang berada disekirar lokasi atau bahkan yang pemilik lahan yang digali(ini bagi pembuka lahan dari pekarangan).