Pendapatan terminal lenyap Rp 200 juta/tahun
Klaten (Espos) Pendapatan Kabupaten Klaten dari sektor terminal hilang Rp 200-an juta/tahun.
Lenyapnya potensi pendapatan asli daerah (PAD) itu disebabkan banyaknya bus yang mangkir masuk terminal. Alhasil, target retribusi Dishub setempat tak pernah tercapai.
“Yang jelas, mencapai seratusan bus (yang tak masuk terminal-red). Kalau dihitung-hitung ya bisa mencapai Rp 200-an juta uang retribusi angkutan yang tak masuk,” jelas Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Terminal dan Perpakiran Dishub Klaten, Joko Suwanto kepada Espos, Rabu (25/8).
Rendahnya target PAD dari sejumlah terminal di Klaten, kata Joko, memang tak bisa dilepaskan dari kondisi terminal yang memrihatinkan. Adanya kemajuan teknologi, imbuhnya, juga membuat masyarakat beralih moda transportasi dari angkutan umum ke kendaraan pribadi. “Baru di dalam bus saja sudah kirim SMS minta dijemput. Akhirnya banyak bus yang enggan masuk terminal,” terang Joko.
Kondisi itulah yang kini membuat target PAD dari sejumlah sub terminal dan Terminal Induk Jonggrangan terus menyusut dari tahun ke tahun. Tahun 2009 lalu misalnya target pendapatan terminal masih Rp 200 juta per tahun. Namun lantaran target itu tak tarcapai, target tahun 2010 ini diturunkan menjadi Rp 150 juta/tahun. “Tapi, saya juga tak yakin target tahun ini bisa terpenuhi. Sebab, kondisinya memang sangat sulit,” terangnya.
Menurut Joko, bus yang enggan masuk terminal kebanyakan ialah bus-bus dari Surabaya Jatim yang jumlahnya mencapai ratusan unit. Bus-bus tersebut biasanya hanya berhenti di Terminal Solo langsung ke Jogja, tanpa pernah masuk ke sub terminal maupun terminal induk Klaten. “Baik di Sub Terminal Penggung, Delanggu, Cawas, maupun terminal induk yang sudah masuk kelas I tak dimasuki bus.”
Sejumlah langkah ditempuh Dishub Klaten untuk mengantisipasi hal itu, antara lain membebaskan tarif retribusi bagi bus-bus besar yang bersedia masuk ke terminal. “Tarif retribusi masih mengacu Perda lama, No 12/ 2000, yakni hanya Rp 1.000 per bus,” terangnya. – Oleh : asa
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 26 Agustus 2010 , Hal.VI




