Petani Karangtalun gropyokan tikus
Karangdowo (Espos) – Sekitar lima hektare (ha) tanaman padi berumur 50 hari di Desa Karangtalun, Karangdowo, Klaten, diserang hama tikus. Untuk mengantisipasi meluasnya persebaran hewan pengerat tersebut, petani setempat melakukan gropyokan di sawah seluas 30 hektare, Minggu (4/1).
Kepala Desa Karangtalun, Agus Karjono, kepada Espos Minggu, menjelaskan serangan hama tikus di desa tersebut mulai mengkhawatirkan. Meski masih tergolong ringan, namun mengingat perkembangbiakan tikus yang sangat cepat, maka sekitar 100 petani melakukan aksi gropyokan di sawah Desa Karangtalun. ”Serangan hama tikus sudah menjadi rutinitas tiap musim tanam. Warga kami minta langsung melakukan aksi pencegahan sebelum meluas ke wilayah sekitarnya,” kata Agus.
Apalagi, ungkap dia, petani Desa Karangtalun pernah mengalami pengalaman buruk terkait serangan hama tikus. Dia menerangkan beberapa tahun yang lalu, hampir seluruh tanaman padi di Desa Karangtalun yang luasnya mencapai 175 ha mengalami puso akibat serangan binatang pengerat tersebut. ”Istilahnya, kami sempat mengalami trauma akibat serangan hama tikus yang berakibat buruk pada anjloknya hasil panen,” jelas dia.
Untuk itu, tindakan preventif atas serangan hama tikus terus dilanjutkan di desa itu. Pemutusan siklus hama tikus dengan upaya manual tersebut cukup efektif. Pasalnya, terang Agus, sekitar 300 tikus berhasil ditangkap petani. ”Lubang-lubang persinggahan tikus kami siram dengan air. Begitu tikus-tikus itu keluar, kami jaring dan dipukul,” lanjut dia.
Terkait hal itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Karangdowo, Andik Susanto, menambahkan pada musim tanam kali ini, luas tanaman padi di Desa Karangtalun yang sudah terserang tikus secara sporadis jumlahnya mencapai lima hektare. – Oleh : m74
Sumber: SOLOPOS/060109








kalau saja para petani mau memakai produk bioMikro mungkin tanaman yang terserang hama bisa menyusul pertumbuhannya. karena pada tanggal 28 feb 2009 hasil2 yang memakai biomikro akan merayakan panen besar2an khususnya daerah Klaten