Prajurit TNI AD palsu ditangkap Kodim
Klaten (Espos) Ketahuan menyaru menjadi prajurit TNI, Hariyanto, 35, warga Karanganyar, Kalinyamat, Jepara, diamankan aparat Kodim 0723/Klaten. Pelaku dibekuk Kamis (11/2) malam lalu, saat hendak melamar kekasihnya, Rini, 20, seorang gadis warga Desa Kurung Kecamatan Ceper, Klaten.
Keterangan yang dikumpulkan Espos, Jumat (12/2), menyebutkan, penangkapan TNI gadungan itu berawal dari kecurigaan bintara pembina desa (Babinsa) setempat beserta masyarakat Kurung dengan tingkah Hariyanto yang mencurigakan. Hariyanto yang mengaku personel Kesatuan Arhanudse 15 Semarang itu berencana meminang si gadis yang telah dipacarinya selama kurang lebih satu tahun.
Sebelumnya, dalam setiap kunjungan ke rumah Rini, pelaku selalu mengenakan seragam tentara lengkap. Pelaku pun berusaha meyakinkan calon mertuanya bahwa ia benar-benar anggota TNI. Namun muncul keraguan di benak orangtua Rini sehingga yang bersangkutan mencoba mengeceknya kepada Babinsa dan anggota TNI lain. Mendapat informasi itu, aparat Kodim pun bertindak.
Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Gathot Tridoyo melalui Pasi Intel, Kapten Art Suroto menuturkan, setelah dicek, Hariyanto bukan personel TNI. Selanjutnya, atas perintah Dandim, pelaku yang hendak melamar pacarnya itu pun ditangkap. “Awalnya pelaku ngotot bahwa ia anggota TNI. Namun setelah didesak berdasarkan bukti-bukti yang ada, pelaku mengakui kebohongannya.”
Dari tangan pelaku, ditemukan sebilah sangkur komando lengkap dengan sarung dan sabuk bertuliskan TNI AD serta amunisi standar berupa dua butir selongsong M16 dan dua butir peluru tajam jenis FN46. Selain itu, ada tanda pengenal pers Majalah Bhayangkara, tanda anggota Primkopad Pomdam IV/Diponegoro atas nama pelaku serta dua lembar STNK sepeda motor Suzuki atas nama orang lain.
Dikatakan Pasi Intel, pelaku bersama barang bukti dan sepeda motor Suzuki Scorpio AD 2147 BR selanjutnya diserahkan ke Polres Klaten untuk pengusutan lebih lanjut. “Hariyanto diperkirakan juga pernah mengelabui sejumlah wanita lain yang dipacarinya dengan cara mengaku sebagai anggota TNI. Proses hukum kepada pelaku kami serahkan ke kepolisian,” ungkapnya.
Sementara, Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa menjelaskan, pihaknya masih menangani kasus tersebut. “Kami selidiki dulu untuk menentukan jeratan hukum kepada pelaku,” ungkapnya. – Oleh : rei
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 13 Februari 2010 , Hal.VII





klaten bersih dari tindak penipuan yang berkedok sebaga anggota TNI !!! bersihkan pak polisi ….