This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

PSN dan Jumantik dinilai berhasil, Kasus DBD di Klaten turun

pengasapan-dbdiKlaten (Espos) – Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten pada kuartal pertama tahun 2009 menurun jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2008. Penurunan itu diklaim sebagai bukti keberhasilan pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik).

“Kasus DBD di Kabupaten Klaten ada penurunan signifikan di banding tahun lalu. Beberapa faktor penyebab penurunan itu adalah karena pelaksanaan PSN dan kerja sama dengan Jumantik,” kata Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Kabupaten Klaten, dr Ronny Rukminto MKes saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan (Kesling) yang juga masih menjabat sebagai Kasi Pencegahan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2), Y Y Herry Martanto SKM. Herry menuturkan, ada penurunan kasus DBD di Kabupaten Klaten jika dilihat pada kasus yang terjadi di kwartal pertama tahun 2009 dan tahun 2008.

Dikemukakan Herry penurunan itu sekitar 45%, yakni jika pada kuartal pertama tahun 2008 tercatat 309 kasus DBD, maka pada kuartal pertama tahun 2009 hanya tercatat 199 kasus. “Jika dilihat dari data kasus DBD empat bulan pertama tahun 2009 dan tahun 2008, terdapat penurunan kasus DBD sekitar 45 persen. Faktor penyebab penurunan itu antara lain karena PSN sudah berjalan dan masyarakat sudah memiliki pemahaman yang betul tentang pelaksanaan PSN. Peran serta Jumantik juga ikut mempengaruhi penurunan kasus itu,” kata Herry.

Tersebar
Dijelaskan Ronny, Jumantik telah tersebar di 44 desa Kabupaten Klaten. Mereka tidak hanya memantau jentik nyamuk tetapi juga sekaligus memberikan penyuluhan tentang pentingnya melakukan PSN. Dia melihat peran Jumantik menunjukkan hasil yang menggembirakan di samping adanya peran serta dari masyarakat dalam menggiatkan PSN.

Baik Ronny maupun Herry mengakui peran serta ibu-ibu PKK di masyarakat dalam mengurangi kasus DBD begitu besar. Sebab, katanya, sebagai panutan di lingkungan, ibu-ibu PKK memiliki peluang yang besar untuk menyampaikan pentingnya PSN.

Herry mengungkapkan pula kenyataan turun drastisnya permintaan fogging pada belakangan hari ini. Meskipun belum dapat menyampaikan secara detil besar penurunannya, Herry menilai banyak masyarakat yang sudah menyadari bahwa melakukan PSN lebih efektif daripada fogging dalam pemberantasan nyamuk.

“Dulu, banyak yang beranggapan dengan kerja bakti seperti membersihkan rumput sudah sekaligus PSN. Saat ini, pelaksanaan PSN sudah mengarah kepada tindakan yang benar yaitu memberantas jentik-jentik nyamuk di tandon-tandon air,” terang Herry.

Pada kesempatan itu, Herry juga menyampaikan perihal sebuah daerah saat ini bisa dikatakan sebagai endemis DBD meski jumlah kasus menurun. Pasalnya, imbuh dia, satu wilayah bisa dikatakan endemis melalui penghitungan kasus DBD tiga tahun sebelumnya.

“Banyak yang bertanya kok bisa wilayah dikatakan endemis pada tahun ini tapi kasus DBD nya menurun. Sebab, untuk tentukan endemis yaitu melalui penghitungan kasus tiga tahun sebelumnya,” jelas Herry.

Kasus DBD kwartal I tahun 2009 dan 2008

Bulan Tahun 2009 (kasus DBD) Tahun 2008 (kasus DBD)
Januari 76 80
Februari 36 82
Maret 33 63
April 54 84
Jumlah 199 309

Sumber: DKKS Kabupaten Klaten – Oleh : nad

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Rabu, 13 Mei 2009 , Hal.VII

.

Leave a Reply