Pupuk organik jadikan padi tahan wereng

adderalllevitraviagra onlinecialis onlinetramadol online

pupuk-organikCeper (Espos) Sutanto, seorang petani Dukuh Sragon Desa Mlese Kecamatan Ceper, Klaten, berhasil membuktikan bahwa penggunaan pupuk organik mampu menyelamatkan tanaman padi dari serangan wereng.

Camat Ceper, Bejo Wiyono, yang menyaksikan langsung tanaman padi milik Sutanto, Rabu (16/6) lalu, mengaku kagum dengan hasil pertanian organik itu. Pasalnya, dari puluhan petak tanaman padi, hanya tanaman padi milik Sutanto yang tidak tersentuh hama wereng. “Ini suatu keunikan yang dihasilkan dari usaha keras dalam menggunakan pupuk organik,” jelas Bejo.

Kepada wartawan, Sutanto mengaku hanya menggunakan tiga jenis pupuk untuk tanaman padinya seluas sekitar 2.500 meter2. Tiga jenis pupuk itu meliputi kompos dan dolomit masing-masing 1,5, serta jenis pupuk pelengkap cair (PPC) dari bahan fermentasi urine sapi.

Sutanto mengaku baru kali pertama menghentikan penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik. Sutanto berharap, para petani juga berhenti menggunakan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik. Sutanto menilai, kesadaran petani saat ini masih kurang karena belum melihat langsung hasilnya.

“Sekarang sudah ada buktinya. Di saat tanaman padi yang lain gagal panen karena terserang wereng, tanaman padi saya justru tumbuh dengan subur hingga menjelang panen,” tandas Sutanto. – Oleh : mkd

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 26 Juni 2010 , Hal.VI


Share This Post

Related Articles

3 Responses to “Pupuk organik jadikan padi tahan wereng”

  1. pupuk organik : Mendapatkan Hasil Panen Lebih Berkwalitas : Rasa, Kandungan Nutrisi dan Daya Simpan

  2. cah ngreden says:

    sesok bapakku tak kandanane supoyo ngunakne pupuk organik wae ahhh….
    mosok tandurane pari tukule genjer terus….po ra ngenes ngono kui jal…
    gek sesok arep bayar semesteran sisan…

  3. pupuk organik : Kesuburan berkurang krn pemakaian pupuk kimia, beralihlah ke pupuk organik , dgn pemakaian yg bijaksana & sesuai kebutuhan

Leave a Reply