This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Ratusan pedagang masih enggan tempati Pasar Delanggu

Delanggu (Espos) – Para pedagang yang belum bersedia menempati Pasar Delanggu seusai dibangun, masih bertahan di trotoar Lapangan Merdeka. Bahkan, jumlah pedagang yang berada di lokasi itu semakin bertambah hingga lebih dari 300 orang.

Sebelum tuntutan pedagang dipenuhi, mereka menyatakan enggan menempati Pasar Delanggu. Sudah sekitar setahun lebih, ratusan pedagang itu memilih menempati lokasi di trotoar depan Lapangan Merdeka untuk meneruskan usaha mereka.

Wahyuni, 50, pedagang sayur dan buah-buahan, menyatakan lebih memilih menetap di tempat itu lantaran semakin ramai pengunjung. Apalagi, lanjut dia, tuntutan akan uji kelayakan bangunan yang selama ini diminta pedagang belum juga dituruti aparat terkait.

”Sekarang yang berdagang di sini justru semakin banyak. Bahkan, yang semula sudah kembali berjualan di Pasar Delanggu malah ikut-ikutan pindah ke sini,” kata Wahyuni saat ditemu Espos, Minggu (14/12).
Menurut Wahyuni, jumlah pedagang di trotoar itu lebih dari 300 orang. Jumlah pengunjung dan pelanggan tempat yang kini menjadi Pasar Rakyat Delanggu tersebut juga semakin bertambah, sehingga pedagang juga semakin betah berdagang di lokasi itu.

”Memang los dan kios di trotoar ini hanya dibuat seadanya. Tapi ini lebih baik dari pada harus pindah ke Pasar Delanggu. Selain belum ada jaminan kelayakan bangunan, kami masih harus mengangsur harga beli yang tidak terjangkau oleh kami,” jelasnya.

Wahyuni menambahkan dengan penghasilan rata-rata Rp 20.000 per harinya, ia keberatan jika harus membeli kios dengan harga Rp 40 juta-Rp 60 juta. Maka dari itu, sebagai pedagang lama yang sebenarnya mendapatkan jatah kios setelah dibangunnya pasar tersebut, dia memilih meninggalkan tempat itu dan tetap bertahan di lokasi yang sudah ia tempati lebih dari setahun tersebut.
Segera teratasi

Hal senada disampaikan Daliyo, 58, pedagang Sembako. Dua los di Pasar Delanggu yang seharusnya dia tempati ditinggalkan begitu saja. Dia berharap polemik Pasar Delanggu segera teratasi. Sebab, hal itu sudah berlarut-larut dan merugikan pedagang.

Terkait hal itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Delanggu (P3D), Sugeng Prayitno, menambahkan sampai sekarang wadah aspirasi pedagang lama yang berjumlah ratusan itu tetap meneruskan perjuangan mereka. Berbagai upaya sudah ditempuh, baik lewat jalur hukum maupun mediasi guna memperjuangkan hak-hak para pedagang.

”Jika belum ada uji kelayakan bangunan kami tetap tak bersedia pindah. Lihat saja, di pasar baru itu dindingnya ada yang sudah retak, dan ada yang bocor,” pungkasnya. – Oleh : m74

Sumber: SOLOPOS/171208

.

1 Comment

  1. Sudah hampir 2 tahun, ratusan pedagang Pasar Delanggu memilih menempati lokasi di trotoar depan Lapangan Merdeka untuk meneruskan usaha mereka…

Leave a Reply