Sawah di Gantiwarno diserang burung
Gantiwarno (Espos) Sejumlah petani di Kecamatan Gantiwarno, Klaten resah atas ulah burung pipit yang menyerang tanaman padi mereka. Setidaknya terdapat sekitar 94,8 hektare (ha) tanaman padi yang mulai menguning rawan serangan burung tersebut.
Seksi Pengamat Hama Penyakit, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Gantiwarno, Romdhoni saat ditemui Espos di kantornya, Selasa (10/11), mengatakan setidaknya ada enam desa di Gantiwarno yang mengawali musim tanam padi beberapa bulan lalu. Keenam desa itu adalah Ceporan, Jabung, Kragilan, Gesikan, Mlese, dan Towangsan. Menurutnya, ke-enam desa itu mempunyai sawah seluas 316 ha.
Dari luasan tersebut, sekitar 30% atau 94,8 ha sudah mulai menguning. Akan tetapi, banyaknya hama burung pipit menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai petani. “Kami menyadari burung-burung itu sulit dikendalikan. Jadi, para petani hendaknya mempunyai inisiatif sendiri untuk melindungi tanaman mereka dari serangan burung-burung itu,” papar Romdhoni didampingi anggota PPL Kecamatan Gantiwarno, Sugiyarto.
Menurut Sugiyarto, saat musim pancaroba jumlah populasi burung pipit meningkat. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya mengimbau para petani untuk menanam padi serentak pada akhir November nanti. Akan tetapi, para petani di enam desa itu tidak mengindahkan imbauan itu sehingga tanaman padi mereka menjadi sasaran burung-burung pipit tersebut. Menurutnya, petani yang tidak menghiraukan imbauan dari PPL akan mendapatkan kerugian sendiri atas ancaman burung tersebut.
“Kami kesulitan mengubah perilaku mereka. Kami sudah menganjurkan serempak dalam memulai musim tanam tetapi mereka tetap memulai musim tanam sendiri,” tutur Sugiyarto.
Sugiyarto menjelaskan, mestinya dalam setahun sekali petani bisa menanam padi sebanyak dua kali dan menanam palawija sekali. Akan tetapi, para petani di enam desa tersebut mengesampingkan anjuran itu dan memilih menanam padi sebanyak tiga kali selama setahun. Ia menilai, para petani berpikir ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, namun tak mempedulikan dampak yang akan dihadapi. - Oleh : m82
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Rabu, 11 November 2009 , Hal.VII







