Serangan Israel ke Palestina, Pelajar Klaten tuntut pemerintah ambil sikap tegas
Klaten (Espos) – Ratusan pelajar sekolah yang tergabung dalam Forum Aktivis Rohani Islam SMA sederajat se-Klaten (Fariska), Jumat (2/1), menggelar aksi demo mengutuk serangan Israel di jalur Gaza akhir pekan lalu.
Selain pelajar, ikut bergabung dalam aksi tersebut adalah para mahasiswa dan umat Islam yang peduli terhadap Palestina.
Para pelajar tersebut menuntut pemerintah Indonesia untuk melakukan aksi nyata atas aksi kekerasan yang menewaskan ratusan warga sipil Palestina tersebut. Aksi dilakukan mulai sekitar pukul 08.00 WIB. Para pelajar yang juga tersebut berkumpul dari Mesjid Raya dan melakukan aksi longmarch mendekati kompleks Pemkab Klaten.
Aksi orasi dilakukan di pertigaan tugu Adipura Klaten. Dalam aksi mereka, para pelajar membawa sejumlah tulisan dan bendera dari masing-masing sekolah. Tulisan seperti Save Palestine, Ganyang Israel hingga Berjuanglah Palestina dibawa oleh kalangan remaja tersebut. ”Kalau seperti ini, siapa yang teroris Islam apa Israel ?” kata Avi Raharjo, koordinator lapangan (Korlap) demo seusai aksi tersebut, Jumat.
Aksi berjalan dengan tertib, karena sebagian pelajar melakukan aksi di pinggir jalan. Untuk menunjukkan kekesalan mereka atas serangan kaum zionis tersebut, sejumlah peserta aksi menginjak-injak poster berbau Israel. Mereka juga menginjak poster produk-produk konsumsi yang diklaim juga berasal dari Israel.
”Sebagai tanda ketidakpuasan kami terhadap Israel. Kami mengimbau masyarakat Klaten untuk tidak membeli produk-produk Israel ,” jelas Avi.
Dalam pernyataan sikapnya, Fariska mendesak pemerintah Indonesia untuk bersikap lebih tegas terhadap aksi Israel tersebut. Fariska meminta agar Indonesia tidak hanya melakukan aksi kecaman atas aksi biadab tersebut. ”Kirim bantuan dalam bentuk fisik. Seperti mengirim relawan ke sana,” urai Avi.
Selain itu, Fariska menuntut Indonesia melakukan perjuangan membantu Palestina lewat jalur diplomasi. Jalur politik tersebut bisa dilakukan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga di tingkat ASEAN. ”Kami mendesak lembaga HAM dunia dan nasional untuk menyeret Israel ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang,” tegas Avi. – Oleh : haa
Sumber: SOLOPOS/030108








Kami sangat sependapat dg tulisan tsb, tetapi apakah pemimpin Arab berani betindak melawan kebiadaban Israel. Selama ini mereka hanya mementingkan minyak dan kekuasaan. Mereka semua tunduk kepada kepentingan Amerika Serikat, yang note bene juga kepentingan Israel. Mungkin para pemimpain dunia ( “arab”) baru akan bertindak setelah peta palestina terhapus dari muka bumi. Atau bahkan mereka beranggapan bahwa palestina dianggap duri di dalam daging. Apakah pernah ada suara pemimpin Arab Saudi yang membela palestina? Bahkan jauh-jauh sebelum serangan Israel terhadap palestina, pemerintah mesir telah menutup perbatasan dg palestina. Padahal akses keluar dari palestina hanya lewat sinai (mesir).
Semoga negara-negara Arab lekas menyadari betapa berbahayanya Israel bagi kehidupan di Timur Tengah dan bahkan dunia…