Sunarna belum tentukan PDIP atau Golkar
Klaten (Espos) Bupati yang kembali dijagokan untuk maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Klaten, September mendatang, H Sunarna SE MHum, tak tegas bersikap menghadapi pencalonan dirinya oleh Musda Partai Golkar dan Konfercab PDI Perjuangan
Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Jateng telah memanggil Ketua DPD II Partai Golkar Klaten, Anang Widayaka menyusul rencana pencalonan Sunarna oleh PDIP. Hal itu diungkapkan Ketua Golkar Klaten, Anang Widayaka, saat dihubungi Espos, Rabu (3/3).
Menurut dia, Selasa (2/3) lalu, pihaknya dipanggil Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Wisnu Suhardono. Pemanggilan itu dilatarbelakangi rencana pencalonan Sunarna dalam Pilkada mendatang oleh PDIP Klaten sebagaimana diamanatkan konferensi cabang (Konfercab) partai itu, .
Dalam dari pertemuan itu, papar Anang melanjutkan kisah, pihaknya diminta melakukan klarifikasi secara formal kepada Sunarna mengenai kejelasan arah politik pengusaha penggemukan sapi itu. “Saya sudah menceritakan kronologisnya. Hasilnya, DPD provinsi meminta kami melakukan klarifikasi secara formal kepada Mas Narna,” papar Anang.
Dalam klarifikasi formal yang dipersyaratkan DPD I Partai Golkar Jateng itu, kata Anang, pihaknya harus meminta ketegasan Sunarna menyatakan sikap politik. Meskipun Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Klaten yang lalu diakui Anang mengamanatkan diusungnya Sunarna sebagai calon bupati namun menurutnya hal itu tak tabu berubah.
Nyatanya, dalam perjalanan, Konferensi Cabang PDI Perjuangan Klaten juga mengamanatkan hal yang sama kepada DPC partai berlambang banteng itu. Lebih parah lagi, pihak PDIP mengaku telah mengomunikasikan hal itu kepada Sunarna. “Nanti akan kami surati. Kami ingin mengetahui sejauh mana loyalitas Sunarna sebagai kader Golkar,” tegas dia.
Sunarna berhitung
Ditemui terpisah, Sunarna masih enggan membeberkan kecenderungan minatnya kepada salah satu dari dua partai besar tersebut. Menurutnya keputusanya akan diberikan setelah pihaknya melakukan pencermatan terhadap kedua partai tersebut. “Saya tidak bisa menentukannya sendiri. Nanti lihat dulu komitmen partainya,” ungkap Sunarna.
Dia menambahkan, pihaknya menghormati keputusan Musda Partai Golkar dan Konfercab PDIP yang telah mengusungnya sebagai calon Bupati dalam Pilkada mendatang. “Itu merupakan keputusan tertinggi masing-masing partai. Saya menghormatinya, tetapi masih jauh bagi saya untuk menentukan pilihan,” tutur dia.
Dalam Pilkada 2005 silam pasangan Sunarna dan Samiaji diusung sendiri oleh Partai Golkar berhasil mengungguli pasangan calon andalan PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional. Waktu itu PAN mengusung pasangan H Otto Saksono ST dan H Anton Suwarto, sedangkan PDI Perjuangan menjagokan dr H Warsito MM dan H Wuryadi. – Oleh : Moh Khodiq Duhri
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 04 Maret 2010 , Hal.VII




