This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Sunarna lambat bersikap, Golkar & PDIP menunggu

sunarna-bupati-klatenKlaten (Espos) Sementara Partai Golkar dan PDI Perjuangan berebut mengusung calon incumbent dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), H Sunarna SE MHum —yang kini menjadi bupati karena diusung Partai Golkar dalam Pilkada 2005— belum kunjung menegaskan sikap.

Agenda Partai Golkar untuk meminta klarifikasi atau kepastian dari Sunarna terkait keikutsertaannya dalam Pilkada Klaten, Rabu (10/3), gagal dilaksanakan. Di sisi lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menglaim telah mengajukan berkas persyaratan Sunarna-Hartini untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP.

Beredar kabar, Sunarna yang sejak awal digadang-gadang oleh partai berlambang pohon beringin telah memutuskan menyeberang ke PDIP. Saat dicegat wartawan seusai menghadiri pisah sambut Kajari Klaten di Kantor Kejari setempat, Rabu (10/3) kemarin, Sunarna tak memberikan kepastian partai mana yang akan dikendarainya dalam Pilkada yang rencananya dihelat September itu.

Pada sambutannya dalam acara lepas sambut Kajari, Sunarna sempat berkelakar meminta semua hadirin menjadi tim suksesnya. Ucapan Sunarna itu disambut gelak tawa dari para hadirin yang terdiri atas jajaran Muspida, staf kejaksaaan, wartawan serta undangan lainnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah dirinya benar-benar menyeberang ke PDIP, Sunarna yang kini masih menjabat Bupati Klaten tak bersedia menjawab. Ia berdalih saat ini masih berkonsentrasi untuk urusan pekerjaan memimpin daerah. “Nanti kalau sudah pasti dan urusan internal partai beres, rekan-rekan akan saya undang semua.”

Dikatakan Sunarna, dirinya bersyukur ada dua partai besar yang memercayainya untuk maju kembali. Menurutnya, komunikasi terus dilakukan dengan Partai Golkar maupun PDIP, serta partai-partai lain yang eksis di Klaten.

Disinggung tentang deadline dari Partai Golkar yang menunggu kepastian sikapnya, Sunarna hanya tertawa. “Tidak adadeadline, kok seperti lari saja pakai deadline. Tidak ada yang menyuruh saya mundur atau maju.”

Menunggu

Pada bagian lain, Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Anang Widayaka mengatakan, Sunarna tak mengadiri undangan di Kantor DPD, Rabu siang, lantaran menerima kunjungan DPRD Jateng di Polanharjo. “Tadi Pak Narna (Sunarna) mengirim pesan via SMS kepada salah seorang pengurus DPD bahwa beliau tak bisa hadir.”

Menurut dia, berdasarkan keputusan rapat, tanggal 17 Maret mendatang Partai Golkar harus sudah mendapat kepastian sari Sunarna akan maju Pilkada lewat partai mana. “Terlepas apapun jawaban Pak Narno, kami mempersiapkan segala kemungkinan. Termasuk jika keputusannya maju lewat partai lain,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Klaten, Agus Riyanto mengatakan dirinya bersama jajaran pengurus DPC lainnnya telah menghadap DPP akhir pekan lalu untuk mengkonsultasikan keputusan Konfercab yang mengusung Sunarna-Hartini dalam Pilkada. “Sekaligus kami sudah menyerahkan berkas persyaratan pasangan tersebut untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP,” ungkapnya.

Disinggung apakah benar Sunarna sudah resmi bersedia diusung PDIP, Agus enggan menjawab. “Kalau itu silakan tanyakan kepada Pak Narna.” – Oleh : rei

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Kamis, 11 Maret 2010 , Hal.VII


.

Leave a Reply