Klaten (Espos) Produksi tembakau Klaten di tahun 2009 ini mencapai 3.702,9 ton. Ragam tembakau yang diproduksi, menempatkan Klaten sebagai barometer komoditas ini di Jateng.
Demikian diungkapkan Kasi Produksi dan Pengembangan Usaha, Bidang Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, Joko Siswanto di kantornya, Kamis (3/12). Menurut dia, 3.702,9 ton tembakau yang diproduksi Klaten terdiri atas lima jenis berbeda, yakni rajangan, asepan, virginia, vorstenland VBN dan vorstenland No.
Karena mampu memproduksi lima jenis tembakau sekaligus, Joko memantapkan klaim bahwa Kabupaten Klaten telah menjadi barometer perkebunan tembakau di Jateng. Diakuinya, iklim yang baik serta kondisi tanah yang gembur, membuat wilayah ini berpotensi ditanami lima jenis tembakau tersebjut.
Hal itulah yang membedakan produktivitas tembakau d Klaten lebih beragam dibandingkan dengan daerah lain. “Tidak semua jenis tembakau yang ditanam di Klaten bisa dibudidayakan di daerah lain. Sebab, masing-masing daerah mempunyai tingkat iklim dan tingkat kegemburan tanah yang berbeda-beda,” papar Joko
Di antara kelima jenis tembakau tersebut, dua jenis tembakau, yakni asepan dan rajangan mempunyai produktivitas tertinggi. Jenis asepan mempunyai produktivitas tertinggi dengan 2.363,9 ton. Sementara jenis tembakau rajangan produktivitasnya mencapai 917,4 ton. Kendati demikian, diakui Joko, jenis tembakau rajangan mempunyai nilai jual lebih tinggi daripada asepan. Jenis tembakau rajangan dijual dengan harga Rp 150.000/kg. Harga ini jauh di atas jenis tembakau asepan yang hanya mencapai Rp 20.000/kg.
Joko menilai, tahun 2009 ini merupakan tahun keemasan bagi petani tembakau jenis rajangan lantaran mengalami kenaikan nilai jual yang signifikan. – Oleh : m82
Disalind ari: SOLOPOS, Edisi : Selasa, 08 Desember 2009 , Hal.VII

di boyolali juga ada..?/