This option will reset the home page of KLATEN ONLINE restoring closed widgets and categories.

Reset KLATEN ONLINE homepage

Waspadai penipuan melalui telepon!

Para kepala desa (Kades) jangan mudah percaya jika ada orang yang menelepon dan mengatasnamakan kepala Bappeda Klaten.

Sebab modus penipuan via telepon semacam itu kini sedang marak terjadi.

Baru-baru ini, saya menerima laporan dari sejumlah Kades yang mengaku ditelepon seseorang terkait bantuan swakelola senilai Rp 150 juta yang akan diberikan ke desanya. Kades-Kades tersebut di antaranya dari Kecamatan Juwiring, Polanharjo, Prambanan dan Kalikotes.

Kepada Kades bersangkutan, penelepon mencatut nama saya selaku kepala Bappeda. Penelepon itu juga meminta Kades menyetor uang muka sebesar 10% dari nilai bantuan.

Hal itu jelas menipu, karena saat ini, tidak ada pengguliran bantuan swakelola atau apapun namanya. Pun jika ada bantuan yang dicairkan, maka tak wajar jika ada embel-embel harus pakai uang muka terlebih dahulu.

Untungnya dalam kasus ini para Kades cukup waspada dan mengeceknya terlebih dahulu ke camat setempat atau langsung menelepon saya. Jadi, sejauh ini, belum ada yang jadi korban penipuan.

Namun demikian, kami meminta para Kades waspada karena beberapa bulan lalu kasus serupa juga terjadi. Kades diberi tahu oleh penelepon bahwa desa mereka mendapatkan bantuan senilai ratusan, namun ujung-unjungnya diminta menyetor uang muka 10% supaya dana cepat cair. Bahkan waktu itu, ada Kades yang telanjur menransfer uang senilai jutaan rupiah ke nomor rekening pelaku.

Oleh sebab itu, Kades kami minta tidak gegabah dan mengroscek terlebih dulu bila ada telepon yang mengiming-imingi sesuatu, khususnya bantuan untuk desa. Kalau ditanya apa motif pelaku berbuat itu, saya kurang tahu. Yang jelas, penelepon itu berusaha meraup keuntungan dengan cara mencatut nama pejabat tertentu. – Oleh : rei

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 28 Agustus 2010 , Hal.VI


.

Leave a Reply